Wanita adalah seseorang yang sangat istimewa di dunia
ini. Dan di ingin di perlakukan seistimewa pula. Bagi remaja khusus nya para laki –
laki mempunyai pacar adalah idaman bahkan
impian. Bagi kalangan pemuda wanita adalah cita – cita, bagi bapak –
bapak wanita atau istri adalah belahan jiwa, separuh nafas, dan bagi
anak – anak wanita atau ibu adalah malaikat. Bagi saya sendiri wanita
itu luar biasa apalagi ibu ku beliau lah malaikatku, pahlawan ku dan
segalanya buat aku.
Membicarakan tentang wanita, tiada habisnya kalau
kita membicarakan tentang wanita. Mulai dari pengertian, peran dan
perjalanan. Membicarakan perjalanan wanita. Dari waktu ke waktu ada saja
perubahan pada seorang wanita. Kita lihat saja wanita jaman dulu dan
jaman sekarang.
Wanita jaman dulu bagaikan hidup diantara dua
dinding yang sangat tinggi, berpakaian rapi, bertutur kata lemah lembut,
dan sikap yang feminim. jika ingin keluar rumah saja harus meminta
izin pada orang tua khusus nya bapak, orang tua mengizinkan anaknya
pergi pun kalau memang itu urusan yang sangat penting terkadang ada juga
yang keluar rumah di antar orang tuanya. Lewat jam 6 malam tak ada
wanita yang berani keluar rumah. Berbeda dengan wanita jaman sekarang di
rumah 1 menit saja bagaikan di penjara 1 tahun. Kebanyakan wanita jaman
sekarang apalagi yang masih masa – masa remaja tutur katanya huuuum
tidak beraturan, tidak mengerti etika dan sopan santun, sangat di
sayangkan padahal mereka hidup di indonesia, indonesia sob, negeri yang
terkenal dengan budaya sopan santunnya huh menyedihkan sekali.
Jaman dahulu kebiasaan wanita di pagi hari dan sore
hari super duper padat, sibuk dengan hakikatnya sebagai wanita. Menurut
saya sendiri hakikat wanita itu seseorang yang dilahirkan secara
istimewa, istimewa. Kalau jaman sekarang para remaja dan kalangan muda
bilang ahhh males gue masak kan nggak bisa masak lagian warteg masih
ada, warung makan padang bertebaran kemana – mana, kalau perlu gue beli
di KFC aja deh pesan antar. Betapa menyakitkan nya kata – kata itu
saya sebagai wanita merasakan pedihnya dan kasihan sekali orang yang
bilang seperti itu. Padahal pada dasarnya mereka hanya malas – malasan
saja dan pengen segala sesuatu itu yang instan – instan saja padahal
mereka beli juga bukan hasil keringat mereka, tetapi hasil air mata dan
rengekan mereka ke orang tua karena minta – minta uang belum – belum di
kasih juga. Jaman dulu dipagi hari yang masih gelap gulita para wanita
sudah bangun untuk mencari air, menyiapkan sarapan buat ayah – ibu
tercinta di pagi hari. Selesai menyiapkan sarapan mereka masih
melanjutkan cuci piring, cuci baju, nyapu sana, nyapu sini dan lain –
lain, sekarang kita lihat wanita jaman sekarang kalau pagi bangunnya di
buat mepet – mepet alesannya ngantuk, padahal mereka tidurnya malem –
malem karena nungguin sms si doi gitu. Jaman dulu kalau urusan rumah
belum selesai mereka takut di marahi sama bapak ibu nah sekarang anak
yang marahin bapak sama ibunya. Wanita sekarang kalau di suruh cuci
piring alesannya ogah lah, gak mau lah dan sebagainya alesannya takut
kuku nya rusak, astogfirullah.
Permasalahan di atas hanyalah sedikit dari
perubahan wanita jaman dulu dan sekarang, marilah kita sebagai wanita
berlaku seadanya saja budayakan budaya indonesia yang dulu sangat
terkenal dengan etika nya. Jangan jadi wanita yang suka instan – instan
saja, ingat kelak kita akan menjadi istri, menjadi ibu. Menyiapakan dan
mengurusi rumah adalah kewajiban kalau idak berlatih dari masa muda mau
kapan lagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar